Powered By Blogger

Rabu, 19 November 2014

Asam Manis Cinta (Written by UB. Ircham)



Flo tersenyum lebar pada bayangannya dicermin. Hari ini adalah hari pertamanya menjadi mahasiswi. Gw udah jadi anak kuliahan.. Yaayy!! Jerit hatinya senang.
 “Yuhuu.. sistah, are you readyy?!” suara Rina, sahabat karibnya membahana diudara
“Aku siap! Aku siap! Aku Siaapp!!” saut Flo bergaya seperti Sponge Bob
Kedua remaja putri yang sedang beranjak dewasa itu tertawa bersama. Mereka senang sekali karena mereka berdua diterima di salah satu kampus favorite di kota mereka. Sejak TK mereka selalu bersama. Mereka adalah sepasang tetangga yang bertransformasi menjadi sepasang sahabat.  
**  

“Floo!! Ananda Floninaa!!”
Teriakan itu membuat Flo menghentikan kegiatannya mengunyah siomay. Jantungnya langsung berdetak berkali lipat begitu dia melihat ke arah suara. Deg! Dia! Ya Tuhaaaann.. dia tau nama gw?? Nama lengkap gw! Oh My God!!
“Iya, ada apa ka?” Flo berusaha terlihat biasa saja didepan Doni, senior yang belakangan ini sering bikin dia senyum-senyum sendiri.
“Hehehe.. gapapa, tes kuping”
“Hah? Maksudnya?” Flo ikutan bertampang bodoh seperti seniornya itu
“Hahaha.. engga.. udah lupain aja. Eh gw boleh minta tolong ga sama lo?”
Untuk kedua kalinya, sebuah kata “Hah?” meluncur bebas dari mulut Flo. Dan tanpa tau Doni butuh bantuan macam apa, Flo menganggukkan kepalanya. Kayanya selain ganteng, Doni juga jago hipnotis. Buktinya gw jadi penurut kalo sama dia, hatinya nyeletuk.
Doni Pratama. Cowo semester lima itu telah menarik perhatian Flo sejak dia pertama kali melihatnya. Cinta pada pandangan pertama kah? Flo belum tau apa yang dia rasakan ke senior nya itu sebuah perasaan bernama cinta atau cuma ketertarikan sementara aja. Yang pasti, sejak dia melihat Doni.. sesuatu terjadi pada hatinya. Kuch kuch hota hai, kalo kata orang India.
Dua bulan berlalu dan Flo masih menyimpan apa yang dia rasakan terhadap seorang cowo atletis bertinggi sekitar 170 sentimeter, rambut jigrik dan bermata agak sipit itu. Bahkan dari Rina. Tapi kejadian hari ini, saat Doni memanggilnya dengan nama lengkapnya dan meminta bantuannya untuk seminar tentang dunia kerja yang diadakan kampus mereka lusa membuatnya bahagia dan dia ingin membaginya bersama sahabat tercintanya itu.
**

Rina merasakan tubuhnya begitu ringan. Dia sedang terbang. Terbang tanpa sayap dan nyasar dinegeri yang dia sendiri ga tau namanya. Senyumnya seolah dipantek dibibirnya.
Rin, malam minggu besok temenin aku hunting kado yuk? Aku harap sih kamu mau. Eh, aku kok jadi maksa ya? haha. Jadi gimana? mau kan nemenin? :D
Pesan si cowo pendiam nan tampan di inbox Facebooknya yang bikin kedua bola mata Rina seolah loncat keluar dan mulutnya mengaga maksimal saking kagetnya. Hampir sebulanan berteman di situs jejaring sosial itu, baru kali ini cowo itu ngirimin dia message yang berhasil bikin hatinya terbang tinggi. Kayanya udah waktunya gw cerita ke Flo tentang si Mister D nih! Hihi. Rina cengar cengir sendiri. Dia memang belum cerita sama Flo kalo udah sekitar dua bulanan ini tidurnya jadi dipenuhi mimpi tentang senior mereka. Ntah kenapa dia merasa malu untuk cerita soal ini ke Flo. Mungkin karena ini pertama kali nya ada seorang cowo yang bisa bikin hatinya jungkir balik. Apa gw lagi ngerasain jatuh cinta ya? Aiiihh.. jatuh cinta!. Apapun itu, kayanya Mister D ngerasain yang gw rasain juga deh. Senengnyaa!! Celotehan hatinya itu bikin Rina terbang semakin tinggi.
**

“Whuatt??!! Lo lagi suka sama kakak senior kita dan lo nyebut dia Mister D? please.. please.. jangan bilang sama gw kalo nama cowo itu Doni! Oh noo.. ga kebayang kalo kita harus bersaing untuk memperebutkan cintanya Do..”
“Hahaha.. santai Flo! Mister D yang gw maksud bukan Doni tapi Danang. Danang Maulana. Napasss.. napasss.. ampe panik gitu sih looo hahaha. Nih minum dulu deh hihi” Rina menyodorkan gelas berisi jus jambu milik sahabatnya itu. Dia ga nyangka kalo selama dua bulan ini Flo juga merahasiakan sesuatu darinya. Seseorang lebih tepatnya. Mereka berdua tertawa lepas, bersyukur mereka ga jatuh cinta sama cowo yang sama.
**

Flo sedang membolak-balik majalah favoritenya ketika Rina menyikut lengannya “Itu.. Ka Doni kan?”
Wajah Flo langsung sumringah. Dia mengangguk. Baru saja dia ingin memanggil, Doni malah berlalu dari pandangannya.
“Kita ikutin yuk” Rina mengedipkan sebelah matanya. Flo langsung memeluk sahabatnya itu dan segera mereka meninggalkan toko buku untuk mengejar Doni.
Agak lama mereka celingukan sebelum akhirnya mereka menemukan Doni yang sedang berdiri didekat eskalator. Langkah mereka terhenti ketika mereka melihat seorang laki-laki menghampiri Doni.
“Lho, itu kan Ka Danang..” Ujar Flo dan Rina hampir berbarengan
Adegan selanjutnya sungguh membuat Flo dan Rina melongo. Kedua gebetan mereka itu saling berpelukan. Didorong oleh rasa penasaran, Flo dan Rina memutuskan untuk ngikutin mereka. Dengan tetap menjaga jarak aman, kedua cewe itu berusaha untuk ga kehilangan jejak Doni dan Danang. Hingga sampailah mereka disebuah restoran cepat saji. Kedua cowo itu memilih sudut yang agak sepi di dalam restoran. Flo dan Rina mengekor dengan sangat hati-hati. Mereka menemukan tempat yang aman untuk bisa melihat gerak-gerik Doni dan Danang layaknya sepasang agen KGB yang lagi mengintai penjahat yang udah bertahun-tahun mereka incar.
“Happy birthday” Danang menyorongkan sebuah kotak kehadapan Doni
“Thank you. Apa nih?”
“Buka aja”
Doni membukanya dengan antusias “Waah.. jam tangan! aku pake ya?”
Danang mengangguk bahagia karena Doni menyukai pemberiannya. Doni langsung saja melingkarkan jam tangan itu dipergelangan tangan kanannya.
“Suka?” Danang tersenyum dan mengenggam erat tangan Doni. Doni mengangguk, membalas genggaman itu sambil mengucapkan terima kasih ke Danang. Mereka berdua saling menatap penuh arti.       
“Demi apapun, Rina Kamelia.. lo ngeliat apa yang gw liat juga kan?” Flo tercengang. Mulutnya mengeluarkan huruf A tanpa suara. Dia ga percaya dengan apa yang baru aja dia lihat.
“He-eh..” saut Rina sambil terus mengangguk-angguk mirip boneka di dashboard mobil papanya.
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar