Flo
tersenyum lebar pada bayangannya dicermin. Hari ini adalah hari pertamanya
menjadi mahasiswi. Gw udah jadi anak
kuliahan.. Yaayy!! Jerit hatinya senang.
“Yuhuu.. sistah, are you readyy?!” suara Rina,
sahabat karibnya membahana diudara
“Aku
siap! Aku siap! Aku Siaapp!!” saut Flo bergaya seperti Sponge Bob
Kedua
remaja putri yang sedang beranjak dewasa itu tertawa bersama. Mereka senang
sekali karena mereka berdua diterima di salah satu kampus favorite di kota
mereka. Sejak TK mereka selalu bersama. Mereka adalah sepasang tetangga yang bertransformasi menjadi sepasang
sahabat.
**
“Floo!!
Ananda Floninaa!!”
Teriakan
itu membuat Flo menghentikan kegiatannya mengunyah siomay. Jantungnya langsung
berdetak berkali lipat begitu dia melihat ke arah suara. Deg! Dia! Ya Tuhaaaann.. dia tau nama gw?? Nama
lengkap gw! Oh My God!!
“Iya,
ada apa ka?” Flo berusaha terlihat biasa saja didepan Doni, senior yang
belakangan ini sering bikin dia senyum-senyum sendiri.
“Hehehe..
gapapa, tes kuping”
“Hah?
Maksudnya?” Flo ikutan bertampang bodoh seperti seniornya itu
“Hahaha..
engga.. udah lupain aja. Eh gw boleh minta tolong ga sama lo?”
Untuk
kedua kalinya, sebuah kata “Hah?” meluncur bebas dari mulut Flo. Dan tanpa tau
Doni butuh bantuan macam apa, Flo menganggukkan kepalanya. Kayanya selain ganteng, Doni juga jago hipnotis. Buktinya gw jadi
penurut kalo sama dia, hatinya nyeletuk.
Doni
Pratama. Cowo semester lima itu telah menarik perhatian Flo sejak dia pertama
kali melihatnya. Cinta pada pandangan pertama kah? Flo belum tau apa yang dia
rasakan ke senior nya itu sebuah perasaan bernama cinta atau cuma ketertarikan
sementara aja. Yang pasti, sejak dia melihat Doni.. sesuatu terjadi pada
hatinya. Kuch kuch hota hai, kalo kata orang India.
Dua
bulan berlalu dan Flo masih menyimpan apa yang dia rasakan terhadap seorang
cowo atletis bertinggi sekitar 170 sentimeter, rambut jigrik dan bermata agak
sipit itu. Bahkan dari Rina. Tapi kejadian hari ini, saat Doni memanggilnya
dengan nama lengkapnya dan meminta bantuannya untuk seminar tentang dunia kerja
yang diadakan kampus mereka lusa membuatnya bahagia dan dia ingin membaginya
bersama sahabat tercintanya itu.
**
Rina
merasakan tubuhnya begitu ringan. Dia sedang terbang. Terbang tanpa sayap dan
nyasar dinegeri yang dia sendiri ga tau namanya. Senyumnya seolah dipantek
dibibirnya.
Rin, malam minggu besok temenin aku
hunting kado yuk? Aku harap sih kamu mau. Eh, aku kok jadi maksa ya? haha. Jadi
gimana? mau kan nemenin? :D
Pesan
si cowo pendiam nan tampan di inbox Facebooknya yang bikin kedua bola mata Rina
seolah loncat keluar dan mulutnya mengaga maksimal saking kagetnya. Hampir
sebulanan berteman di situs jejaring sosial itu, baru kali ini cowo itu
ngirimin dia message yang berhasil
bikin hatinya terbang tinggi. Kayanya
udah waktunya gw cerita ke Flo tentang si Mister D nih! Hihi. Rina cengar
cengir sendiri. Dia memang belum cerita sama Flo kalo udah sekitar dua bulanan
ini tidurnya jadi dipenuhi mimpi tentang senior mereka. Ntah kenapa dia merasa malu
untuk cerita soal ini ke Flo. Mungkin karena ini pertama kali nya ada seorang
cowo yang bisa bikin hatinya jungkir balik.
Apa gw lagi ngerasain jatuh cinta ya? Aiiihh.. jatuh cinta!. Apapun itu,
kayanya Mister D ngerasain yang gw rasain juga deh. Senengnyaa!! Celotehan
hatinya itu bikin Rina terbang semakin tinggi.
**
“Whuatt??!!
Lo lagi suka sama kakak senior kita dan lo nyebut dia Mister D? please..
please.. jangan bilang sama gw kalo nama cowo itu Doni! Oh noo.. ga kebayang
kalo kita harus bersaing untuk memperebutkan cintanya Do..”
“Hahaha..
santai Flo! Mister D yang gw maksud bukan Doni tapi Danang. Danang Maulana.
Napasss.. napasss.. ampe panik gitu sih looo hahaha. Nih minum dulu deh hihi”
Rina menyodorkan gelas berisi jus jambu milik sahabatnya itu. Dia ga nyangka
kalo selama dua bulan ini Flo juga merahasiakan sesuatu darinya. Seseorang
lebih tepatnya. Mereka berdua tertawa lepas, bersyukur mereka ga jatuh cinta
sama cowo yang sama.
**
Flo
sedang membolak-balik majalah favoritenya ketika Rina menyikut lengannya “Itu..
Ka Doni kan?”
Wajah
Flo langsung sumringah. Dia mengangguk. Baru saja dia ingin memanggil, Doni
malah berlalu dari pandangannya.
“Kita
ikutin yuk” Rina mengedipkan sebelah matanya. Flo langsung memeluk sahabatnya
itu dan segera mereka meninggalkan toko buku untuk mengejar Doni.
Agak
lama mereka celingukan sebelum akhirnya mereka menemukan Doni yang sedang
berdiri didekat eskalator. Langkah mereka terhenti ketika mereka melihat
seorang laki-laki menghampiri Doni.
“Lho,
itu kan Ka Danang..” Ujar Flo dan Rina hampir berbarengan
Adegan
selanjutnya sungguh membuat Flo dan Rina melongo. Kedua gebetan mereka itu
saling berpelukan. Didorong oleh rasa penasaran, Flo dan Rina memutuskan untuk ngikutin
mereka. Dengan tetap menjaga jarak aman, kedua cewe itu berusaha untuk ga
kehilangan jejak Doni dan Danang. Hingga sampailah mereka disebuah restoran
cepat saji. Kedua cowo itu memilih sudut yang agak sepi di dalam restoran. Flo
dan Rina mengekor dengan sangat hati-hati. Mereka menemukan tempat yang aman
untuk bisa melihat gerak-gerik Doni dan Danang layaknya sepasang agen KGB yang
lagi mengintai penjahat yang udah bertahun-tahun mereka incar.
“Happy
birthday” Danang menyorongkan sebuah kotak kehadapan Doni
“Thank
you. Apa nih?”
“Buka
aja”
Doni
membukanya dengan antusias “Waah.. jam tangan! aku pake ya?”
Danang
mengangguk bahagia karena Doni menyukai pemberiannya. Doni langsung saja
melingkarkan jam tangan itu dipergelangan tangan kanannya.
“Suka?”
Danang tersenyum dan mengenggam erat tangan Doni. Doni mengangguk, membalas
genggaman itu sambil mengucapkan terima kasih ke Danang. Mereka berdua saling
menatap penuh arti.
“Demi
apapun, Rina Kamelia.. lo ngeliat apa yang gw liat juga kan?” Flo tercengang.
Mulutnya mengeluarkan huruf A tanpa suara. Dia ga percaya dengan apa yang baru
aja dia lihat.
“He-eh..”
saut Rina sambil terus mengangguk-angguk mirip boneka di dashboard mobil
papanya.
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar